Assesments Parkinson Disease

280120123890PARKINSON DISEASE

HISTORY TAKING

1. Patient’n demand and motivation.

2. Natural of course of disease = onset of complaint,  time since the diagnosis, severity and natur of the course, result earlier of diagnostics.

3. Partisipation problem = problem with relationship, profission and work, social life ( among others, recreational time)

4. impairments in fucntions and limitations in activities =

-transfer: sit down, rise from floor or chair, get in or out bed, roll over in bed (sleeping problem), get in or out a care, get on or off a bike.

-body posture: possibility of an active correction af posture, paint due to postural problem, problem with reahcing, grasping and moving objects.

-balance: feeling of impaired balance while standing and during activities, orthotastic hypotention, difficullity with dual tasking (motor activities and cognitive)

-reaching and grasping : household activities (small repairs, clean, cook, slice food, hold a glassor or cup without spilling), personal care (bath, get dressed/undressed, button up, lace up shoes.

-gait: used of aids, walk in the house, climb  the stairs, walk short distances outside (100 m), walk long distances outside (>1 km) start, stop, turn, speed, onset of fistination, onset of freezing (use the freezing of gait questionaire), relation to falls and the use of cues.

influence of tiredness, the time of the day and medication on the performance of activities, influence of tremor on the performan of activities

-Physical activity: frequency and duration per week compared to the dutch standard of healty moving (at least 30 min/day for 5 days a week) when heving doubts use the LASA physical activity questionnaire (LAPAQ).
-Risk to fall: fall incidents (use to questionnairehistory of falling), fear to fall, if patients had nearmisses the past year, use the falls efficacy scale (pes)
-Co –morbidity: Pressure sores, osteoporosis and mobility-limiting disorders such as arthrosis, remathoid arthritis, heart failure and COPD.
-Treatment: current treatment (among others, medication and outcame) earlier (allied) medical treatment type and outcame)
-Other factore: 1. Mental factor, 2. Personal factor, 3. External factor.
1. Mental factor: ability to consentrate, memory, depression, felling isolated and lonely, being tear ful, anger, concern for the future.
2. Personal factor: insight into the disease, socio-cultural background (attitude, among other,with regard to work), coping (among other,the persetion of th limitations and possibility, the patient’s solutions with regardto the limitations
3. External factor: Attitude support and relations (of, among others, partner, primary care physician, employer) accommodation(among others, interior, kind of home), work(content, circumstances,conditions,and relations)
4. Expectations: Expectation of the patient with regard to prognosis, goal and course of the treatment, treatment outcome, need for information advice and coaching.

MAKALAH

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI ISCHIALGIA SINISTRA e.c SPONDYLOSIS VL 4-5 DENGAN MODALITAS SWD, TENS DAN TERAPI LATIHANDI POLIKLINIK RSO PROF.DR.SOEHARSO SURAKARTA

BAB I

PENDAHULUAN

Pembangunan kesehtan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapinya kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup diarahkan bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal (UU, 1992). Untuk itu, pemerintah Republik Indonesia telah menyusun kebijakan Pembangunan kesehatan yang dikenal paradigma kesehatan. Untuk mewujudkan pembangunan yang menyeluruh.

Fisioterapi sebagai salah satu pelaksana kesehatan ikut berperan dan bertanggung jawab dalam peningkatan derajat kesehatan, terutama yang berkaitan dengan obyek disiplin ilmunya yaitu mengembangkan, memelihara dan memulihkan / memeaksimalkan gerak dan fungsi. Usaha untuk meningkatkan kesehatan Fisioterapi meliputi semua unsur yang terkait dalam upaya peningkatan derajat kesehatan yaitu Peningkatan (Promosi), Pencegahan (Preventif), Penyembuhan (Kuratif), dan Pemelihara (Rehabilitasi), (World Confederation For Physical Therapy, 1999, Dikutip oleh Hargiani, 2001).

A.    LATAR BELAKANG

Perubahan masa dan perubahan zaman yang cepat, menuntut orang untuk bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan hiupnya. Tuntunan itu dapat menimbulkan beberapa sikap tubuh tidak disadari oleh penderitaannya, terutama sikap tubuh yang menjadi kebiasaan sehari-hari dan bekerja. Nyeri pinggang juga dapat menurunkan produktivitas manusia.

Daerah punggung bawah bagian lumbal di syarafi oleh Nervus Ischiadicus yang merupakan syaraf perifer paling besar yang terdiri dari serabut-serabut saraf Spinal   L4 –  S3. Nervus Ischiadicus jika terjadi penekanan oleh neoplasma atau osteofit di Spina Ischiadicus akan menimbulkan nyeri yang terasa menjalar di sepanjang perjalanan. Nervus Ischiadicus yang disebut nyeri Ischialgia ( Priguna, 1988 ). Penyakit Ischialgia akibat Spondiloarthritis maka penyebab timbulnya kelainan adalah proses degenerasi yang erat hubungannya dengan adanya trauma atau proses ketuaan. Proses degeneratif ini dimulai dari Discus Intervertebralis yaitu timbulnya proses dehidrasi dan berkurangnya kekenyalan Nucleus pulposus disertai degenerasi Fibriler dan Annulus fibrosu kehilangan elastisitasnya.

Akibat proses ini pada korpus vertebralis di bagian tulang khondral yang menghadap kearah nucleus pulposus mengeras dan melebar, berbentuk osteofit di ujung-ujung tulang. Sehingga merangsang ligamentum dan jaringan Myofascia yang sangat peka terhadap rangsangan sehingga timbul rasa nyeri di daerah tersebut (  TITAFI, 1988 ).

Penekanan rasa nyeri syaraf  Ischiadicus biasanya timbul rasa nyeri sepanjang perjalanan syarafnya, adnya spasme pada otot pinggang, adanya keterbatasan LGS pada trunk, adanya kelemahan otot yang disyarafi beberapa problematik fisioterapi. Fisioterapi sebagai salah satu tenaga kesehatan yang dapat melakukan tindakan terapi kesehatan yang dapat melakukan tindakan terapi pada kondisi ini dengan menggunakan Short Wave Diathermy (SWD).Trans Electrical Nerve Stimulation (TENS) sebagai modalitasnya dan William Flexi Exercise sebagai latihannya.

B.     PERUMUSAN MASALAH

Dalam pelaksanaan fisioterapi pda kondisi Ischialgia problem Impairment dan Fungsional Limitation untuk mengetahui problem tersebut, Modalitas problem tersebut yang digunakan adalah SWD dan William Flexi Exercise, maka timbullah pertanyaan sebagai berikut :

  1. Apakah SWD,TENS dan William Flexi Exercise dapat mengurangi nyeri pada kondisi Ischialgia?
  2. Apakah  SWD,TENS dan William Flexi Exercise dapat meningkatkan kemampuan fungsional?

C.    TUJUAN PENULISAN

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah antar lain :

  1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui pendekatan fisioterapi pada problem impairment dan fungsional limitation pada kondisi ischialgia.

  1. Tujuan Khusus
    1. Untuk mengetahui manfaat SWD,TENS dan William Flexi Exercise dapat mengurangi nyeri pada kondisi ischialgia.
    2. Untuk mengetahui manfaat SWD, TENS, dan William Flexi Exercise dapat meningkatkan kemampuan fungsional

    D.    MANFAAT PENULISAN

Dalam penulisan ini penulis berharap akan bermafaat bagi :

1.   Bagi Penulis

Menambah pengetahuan tentang ischialgia dan penatalaksanaan fisioterapi

2.   Bagi Institusi

Pilihan diharapkan memberi pengetahuan tentang fisioterapi bagi institusi pendidikan fisioterapi

3.   Bagi Masyarakat

Diharapkan dapat memberi pengetahuan tentang informasi kepada        masyarakat

4.   Bagi Teknologi

Menambah wawasan tentang ilmu pengetahuan cara mengaplikasikan SWD,TENS dan William Flexi Exercise membantu mengurangi permasalahan pada kondisi ischialgia.

INFORMED CHOICE

INFORMED CHOICE

A. INFORMED CHOICE PELAYANAN FISIOTERAPI
Seorang ahli fisioterapi akan memastikan bahwa persetujuan yang tepat telah diberikan sebelum dilakukan terapi fisik.
1. Seorang dewasa yang kompeten harus diberi informasi yang cukup, dipahami tentang
Terapi yang diusulkan:

  • Deskripsi dari pelayanan yang diberikan.
  • penjelasan tentang risiko yang mungkin berhubungan dengan terapi;
  • penjelasan yang diharapkan dari manfaat terapi
  • penjelasan waktu yang diperlukan.
  • Penjelasan antisipasi biaya yang dikeluarkan.
  • Penjelasan dari alternative terapi yang disarankan.

2. Fisioterapi harus memastikan pemahaman sebelum mencari persetujuan.
3. Ketika orang dewasa dianggap tidak kompeten atau ketika klien adalah, anak kecil wali hukum atau advokat dapat bertindak sebagai pengambil keputusan pengganti.
4. Terapis fisik harus mencatat secara tertulis dalam dokumentasi mereka yang menginformasikan persetujuan telah diperoleh.
5. Fisioterapi berfungsi dalam situasi tim bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pengaturan persetujuan yang sesuai telah dibuat sebelum terapi dimulai pada klien. Seperti konsekuensi kolektif, bagaimanapun, tidak meniadakan tanggung jawab terapis untuk memastikan bahwa informasi tentang fisik klien benar.
B. Pendahuluan

Pelayanan fisioterpi yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang berkembang dengan sangat cepat dan cangih serta tuntutan pekerjaan yang semakin kompetitif dan selektif. Maka kita sebagai tenaga kesehatan kususnya dalam bidang fisioterapi harus terus mengabgrade diri sehingga tidak ketinggalan dengan ilmu kesehatan yang berkebang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu sebagai seorang fisioterapi dituntut harus selalu mengikuti perkemabangan ilmu pengetahuan dan teknologi fisioterapi baik dalam segi sciens maupu dari segi etik dan legalitasnya. Dalam beberapa tahun terakhir ini sudah banya penemuan teknik-teknik baru dalam sciens yang bias diaplikasikan dalam praktek fisioterapi baik di pendidikan maupun diklinis. Selaain itu juga sudah ada beberapa produk dari pemerintah yang berupa peraturan-peraturan baik dari menteri kesehatan maupun organisasi profesi fisioterapi yang harus diketahui oleh seluruh anggota fisioterapi Indonesia sesuai pedoman dalam menjalankan tugas profesi fisioterapi.
C. Pengertian Informed Choice

Fisioterapi memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi tentang terapi fisik untuk pasien / klien dan untuk memperoleh persetujuan sebelum memulai pemeriksaan dan pengobatan / intervensi. persetujuan dari klien pasien / merupakan prasyarat untuk setiap pengobatan / intervensi.
Informed consent harus mencakup pengetahuan

  • Jenis dan sifat terapi fisik.
  • setiap risiko yang terkait dengan usulan pengobatan / intervensi.
  • manfaat yang diharapkan dari pengobatan / intervensi.
  • Penjelasan alternatif untuk diusulkan pengobatan / intervensi

Membutuhkan persetujuan karena.

  • persetujuan dari orang dewasa yang kompeten.
  • persetujuan dari wali hukum sebagai pengambil keputusan pengganti ketika pasien dewasa tidak t kompeten atau ketika pasien / klien masih anak-anak.
  • wali pasien / klien, diberikan pemahaman intervensi dan memberikan persetujuan sebelum pemeriksaan dan terapi fisik dimulai.

Informed consent masuk kedalam penulisan, lisan dan melibatkan persetujuan dan untuk beberapa persetujuan diberikan penjelasan atau tanda setelah dilakukan

D. Rekomendasi
Rekomendasi diperuntukan ketika pasien atau klien memerlukan tindakan pengobatan dan pemeriksaan lanjutan, untuk mempercepat pengobatan atau pemeriksaan

ETIKA PROFESI FISIOTERAPI

Komunikasi terapuetik

ETIKA FISIOTERAPI

ETIKA FISIOTERAPI

ETIKA FISIOTERAPI

ETIKA FISIOTERAPI

NEUROMUSKULER

Pertemuan 5

NEUROMUSKULER

pertemuan 4 lanjutan

NEUROMUSKULER

Neromuskuler 4