NURSING

Nursing

Tujuan utama perawatan pasien dengan Spinal Cord Injury antara lain:

mencegah komplikasi  sekunder

memfasilitasi perbaikan fungsi bagi tiap pasien secara maksimal

memberikan dukungan pada pasien dan keluarga ketika mereka menyesuaikan diri  terhadap perubahan kondisi fisik dan perubahan dalam melakukan sesuatu untuk menjadi dirinya

memberikan pendidikan pada pasien dan kelurga dalam semua aspek pengobatan yang dibutuhkan untuk memelihara kondisi pasien.

Keseluruhan aturan perawatan pada pasien dengan SCI harus diberitahukan yaitu pasien akan menhabiskan waktu yang lama di rumah sakit-mugkin 4-12 bulan,sebagian besar pasien berumur antara 15-35 tahun dan didominasi laki-laki dengan perbandingan 4:1 dibanding perempuan. Pada walnya pasien akan menjadi sangat bergantung pada orang lain dan pada pasien dengan lesi atas ketergantungan akan berlanjut , mereka akan sangat menderita dan kebayakan akan memperoleh mutu(hasil)  penyembuhan neurologi  yang mengecewakan.

Factor-faktor tersebut memberikan kontribusi untuk membentuk kedekatan dan hubungan yang erat antara pegawai dan pasien dengan tidak menunjukkan aturan professional diri masing-masing dan konsekuensinya adalahan adanya peningkatan stress bagi pegawai. Oleh karena itu harus ada kerjasama tim yang bagus dan mutu pegawai yang baik.

Trauma psikologis akibat dari SCI sangat dalam,lama dan tergantung individu masing-masing. Dikhawatirkan hal tersebut diperburuk oleh hilangnya sensoris, mungkin pertama-tama akan sangat dan mungkin berlanjut beberapa tingkat hingga berbilan-bulan. Selama fase akut , ketika pasien tidak bisa meninggalkan tempat tidur(terbatas) pasien mungkin mengalami banyak perubahan mood/perasaan termasuk kemarahan, depresi/tertekan dan kadang-kadang merasa sangat senang. Dia akan menderita  dan kadang-kadang akan menarik diri/menyendiri. Pasien cenderung dapat menerima dugaan ketidaksembuhannya denga cara bertahap. Tetapi oleh karena kurangnya informasi menyebabkan keadaaan lebih berbahaya dibandingkan dengan pemberian informasi yang sebenarnya secara pelan-pelan. Keluarga seringkali lebih bisa menerima keadaan ini dibandingkan pasien sendiri dan hal ini mempersulit program untuk selanjutnya. Pengambilan keputusan dalam jangka panjang tidak bolehdiberikan sebelum pasien mampu dan mau ikut berpartisipasi.

Ada beberapa kegiaatan dalam proses rehabilitasi yang paling banyak menimbulkan tekanan pada pasien. Salah satunya mobilisasi dari tempat tidur ke kursi roda, yang dapat dikombinasi ketidakstabilan tekanan darah , kelelahan fisik, dan shock yang timbul akibat adanya image tubuh/badan yang baru.

            Saat pasien pertama kali kembali ke masyarakat,ke rumah dan ke kerabatnya setelah cidera yang dialaminya merupakan rintangan fisik&psikologis yang utama. Pasien harus mempersiapkan diri untuk menghadapi saat-saat itu dan dukungan juga harus selalu diberikan-yang mulanya oleh tenaga kesehatan kemudian oleh kelurga dan teman-temannya. Pemberhentian program perawatan di rumah sakit adalah sebuah tantangan berat , dengan pasien&keluarganya yang harus mengatasi keletihan, kesepian dan pengasingan serta perubahan hubungan yang disebabkan oleh cidera yang dialaminya.

            Selanjutnya dukungan akan dibutuhkan paling tidak  2-3 tahun saat pasien ingin mengatur pola hidupnya yang telah berubah dan belajar untuk menerima itu semua.

Departemen kecelakaan dan keadaan gawat darurat

Tulang belakang harus dijaga agar lurus dan tersangga dengan baik dan jangan sampai terjadi gerakan fleksi. Jka diduga ada cidera pada tulang belakang bagian servikal leher harus diimobilisasi menggunakan sebuah soft collar dengan sandbag pada setiap sisi kepala. Semua pakaian dibuka untukuntuk mempermudah pemeriksaan secara menyeluruh serta mencegah kerusakan kulit. Seorang pasien dengan cidera yang berat diletakkan pada sebuah trolley dengan sebuah papan keras dibawah mattras pada tempat sandaran sangat diperlukan. Tetapi jika SCI telah terdiagnosa , perawatan pada area penekanan merupakan hal yang terpenting. Jika ada penundaan ijin masuk kamar RS diharapkan pasien harus segera dipindahkan ke mattras yang lebih tebal (kurang lebih 7 inchi) dan diangkat ke atas dalam posisi lurus selam 1 menit setiap setengah jam .

Di ruangan Rumah Sakit

            Penempatan posisi/sikap– pada awalnya perubahan posisi biasanya dilakukan setiap 2-3 jam sekali, pemeriksaan kulit &penempatan yang benar dari  lengan dan tungkai pada pasien SCI sangat dibutuhkan. Tujuannya sederhana yaitu:

Untuk membantu menempatkan tulang belakang yang cedera pada posisi yang baik untuk penyembuhan

Untuk memelihara lengan, tungkai dan persendian dalam posisi fungsional sehingga dapat mencegah deformitas &kontraktur serta mengurangi timbulnya spastisitas

Mengurangi tekanan.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, jadi untuk metode yang dipilih haruslah sesuai untuk pasien & tersedianya tenaga keperawatan yang terampil.

            Pemilihan tempat  tidur- – Tempat tidur standar King’s Fund atau tempat tidur dengan 7” mattras adalah yang paling sesuai untuk kebanyakan pasien,  tempat tidur ini juga mungkin yang dipilih untuk pasien tetraplegi, karena memungkinkan posisi yang bagus dari bahu dan lengan. Hal ini membutuhkan tim pemindah yang  terlatih dari perawat. Egerton turning&tilting bed sangat cocok untuk pasien yang berat, pasien paraplegia, dan dengan banyak cidera, benda tersebut memberikan perawatan yang lebih mudah tetapi tetap membutuhkan tim yang terlatih dan pemeriksaan yang sering pada pressure point&natal cleft. Kerangka Stryker, yang mana perpindahanya dapat diatur oleh beberapa tenaga kesehatan berguna untuk pasien dalam menjalani pembedahan saraf tulang belakang &untuk transfer pasien antar RS.

            Bantal berguna untuk pasien dengan kerusakan kulit atau nyeri tekan ,tetapi sekarang bantal dengan kualitas baik dan tim pengangkat yang  terlatih lebih banyak digunakan sejak sulitnya memelihara postur  yang baik dengan bantal untuk pasien dengan cidera akut.

Pengangkatan dan Pemindahan

            Straight lifting(mengangkat pada posisi lurus) digunakan untuk memindahkan pasien&membawanya ke tempat tidur untuk perawatan.

Kepala perawat memegang leher dan kepala pasien denga kedua tangannya dibawah leher dan kedua lengannya menyangga kepala di bawah telinga.

Perawat  yang lain memasukkan lengannya ke bawah tubuh pasien secara bersamaan mulai bagian atas sampai bawah,dengan diberikan tekanan tahanan dari sisi lain untuk mencegah terjadinya gerakan dari cidera pada tulang belakang. Saat tangan perawat dalam posisi tersebut,

Pasien bisa diangkat

Setelah diangkat

Lengan ditarik kembali ,salah satu dai ti melakukan tarikan tahanan dengan menempatkan tangannya diatas tubuh pasien.

            Log roll turn dibutuhkan untuk melakukan proses perawatan&lateral positioning pada pasien paraplegi&tetraplegi. Ilustrasi tersebut menunjukkan bagaimana seharusnya cara memegang pasien.

Catat  bagian yang cidera juga sangat membantu, dengan lumbar pillow                                                  . Saat log roll sempurna

Pasien tetap disangga dengan bantal, terutama pada kurva lumbal, catat kesejajaran dari shoulder,hip dan krista iliaka serta tungkai atas. Seorang pasien tetraplegi akan membutuhkan penyanggaan pada kepala tetapi tidak akan memerlukan lumbar pillow.

            Pelvic twist adalah gerakan berputar sederhana , hanya memerlukan iga orang perawat untuk melakukannya,cocok untuk kebanyakan pasien tetraplegi. Gerakan ini tidak boleh digunakan pada lesi thoracolumbar. Perawat yang  memegangi bagian kepala pasien meletakkan bahu pasien k tempat tidur secara hati-hati. Perawat yang lain menyangga kaki, dan pada akhir penyelesaiannya letakkan dua bantal  di bawah kaki dan satu bantal yang dilipat di daerah lumbal untuk menyangga pelvis.

Gerakan tersebut dilakukan dengan hati-hati dari jarak dekat dengan hip jont, cukup untuk membebaskan sacrum dari segala tekanan.

Perawatan dari lengan dan tungkai

            Tungkai—Ketika pasien berbaring terlentang:

Hindari hiperekstensi pada lutut

Menjaga kaki segaris dengan hip

Pertahankan kaki pada posisi 90° menggunakan papan dan bantal, hindari penekanan pada tumit. Ketika pasien pada posisi ini:

Tungkai bawah harus diekstensikan dan

Tungkai atas harus sedikit fleksi, berbaring pada bantal dan tidak melebihi tungkai bawah.

            Tangan—Ketika pasien tetraplegi berbaring terlentang, persendian harus ditempatkan pada posisi dengan full ROM dan tangan serta lengan harus selalu disangga. Saat pasien berbaring pada posisi miring kedua lengan harus diposisikan kedepan(fleksi) dan disangga dengan bantal. Bahu bagian bawah harus dilindungi dari tekanan yang terjadi karena tarikan kedepan  menggunakan bantal di axial atau kedua-duanya.

            Pembersihan kulit adalah penatalaksanaan dasar yang bagus dalam jangka waktu lama untuk aktivitas dari tempat tidur ke kamar mandi atau aktivitas mandi yang harus dilakukan. Infeksi kulit kecil harus dirawat begitu juga dengan jari tangan&jari kaki. Pasien harus diberitahu tentang bahaya dari hilangnya sensori dan diajarkaan cara memeriksa kulit serta anggota geraknya secara teratur. Pasien harus diajarkan merasakan penekanan dan harus tahu apa bahayanya penekanan pada luka yang meningkat selama masa stress fisik atau emosi, depresi, kelelahan, dan macam-macam kesakitan.

About wahyu

A blog about stroke management

Posted on December 21, 2011, in Medical Therapy. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: